Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Desa Perumbang, Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada hari ini. Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) RI-Malaysia Yonkav 3/AC, Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos., turut hadir dalam sebuah momen bersejarah: peletakan batu pertama pembangunan Mushola Al-Hikmah. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah cerminan nyata dari kepedulian mendalam dan semangat gotong royong masyarakat yang membara untuk memperkaya khazanah sarana ibadah di lingkungan desa mereka.
Inisiatif pembangunan Mushola Al-Hikmah ini lahir dari gagasan mulia Bapak H. Sudayat, seorang tokoh masyarakat setempat yang berdedikasi. Beliau melihat pentingnya sebuah tempat yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga wadah penguatan nilai-nilai keagamaan serta perekat kebersamaan di antara seluruh warga.
Dalam kesempatan yang penuh makna tersebut, Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos., tak lupa menyampaikan apresiasi yang tulus atas inisiatif dan kepedulian luar biasa yang ditunjukkan oleh masyarakat. Beliau menegaskan bahwa kehadiran Satgas Pamtas Yonkav 3/AC di wilayah perbatasan tidak melulu soal pengamanan, melainkan juga upaya aktif dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya TNI untuk membangun hubungan yang harmonis dan erat dengan masyarakat.
"Semoga pembangunan Mushola Al-Hikmah ini dapat berjalan lancar dan nantinya menjadi pusat kegiatan ibadah serta mempererat tali silaturahmi warga Desa Perumbang, " ujar Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat, disaksikan oleh jajaran tokoh masyarakat, para perangkat desa, serta warga sekitar yang menyambut antusias pembangunan mushola ini. Mereka melihatnya sebagai sarana penting untuk ibadah dan pembinaan spiritual umat.
Kegiatan ini kian memperkuat sinergi positif antara Satgas Pamtas Yonkav 3/AC dengan masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Badau. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata tumbuhnya semangat kebersamaan dalam upaya membangun daerah perbatasan menjadi wilayah yang tidak hanya religius, tetapi juga harmonis.

andhaka