Nanga Badau, Kalimantan Barat — Dalam rangka memperkuat pengawasan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Satgas Pengamanan Perbatasan Yonkav 3/AC bersama Tim Gabungan Bea Cukai Nanga Badau melaksanakan kegiatan pendataan jalur tidak resmi di wilayah perbatasan RI–Malaysia.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan jalur-jalur tidak resmi yang berpotensi digunakan untuk aktivitas ilegal seperti penyelundupan barang, peredaran barang terlarang, maupun pelanggaran lintas batas lainnya. Pendataan dilakukan secara langsung di lapangan melalui patroli terpadu serta pencatatan titik koordinat jalur yang ditemukan.
Komandan Satgas Pamtas Yonkav 3/AC, Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos, menyampaikan bahwa sinergitas antara TNI dan Bea Cukai merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung upaya pemerintah dalam menekan praktik pelanggaran hukum di wilayah perbatasan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meminimalisir potensi tindak ilegal serta meningkatkan pengawasan di jalur-jalur rawan yang selama ini belum terdata secara optimal, ” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Bea Cukai Nanga Badau menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi sangat penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan terintegrasi di kawasan perbatasan.
Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, serta diharapkan hasil pendataan ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan langkah pengamanan dan pengawasan yang lebih terstruktur ke depan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan keamanan wilayah perbatasan RI–Malaysia semakin terjaga serta mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar kawasan perbatasan.
🔆ANDHAKA CAKTI BERHASIL🔆
🇮🇩ANDHAKA UNTUK INDONESIA🇮🇩
⚙️TRI DAYA CAKTI⚙️

andhaka